Anak Ceroboh Perlu Terapi Bag2

  1. Dispraksia motor, yaitu ketidakmampuan bergerak atau mengatur gerakangerakan sesuai rencana. KENALI GEJALANYA Sampai sekarang belum diketahui penyebab pasti munculnya gangguan dispraksia, tapi ada anggapan dispraksia kadang diturunkan dalam keluarga. Apa pun sumber penyebabnya, ada baiknya orangtua mengenali gejala dispraksia dengan segera.

Baca juga : Kerja di Jerman

Berikut gejalanya yang dapat dilihat sesuai tahapan usia: Usia bayi – batita * Mengalami keterlambatan perkembangan. * Sulit menguasai keterampilan baru atau membutuhkan proses yang lama. * Hipertonia (otot kaku/tegang) atau hipotonia (otot lemas/lentur). * Tidak/sedikit mengoceh. Perkembangan bahasa tertunda atau bermasalah dalam berbicara. * Saat mulai belajar bicara, huruf konsonan yang diucapkan sangat sedikit. *

Terlambat berguling, merangkak, berjalan. Usia 3 – 5 tahun (balita) * Mengalami kesulitan berbahasa yang terus-menerus. Respons terbatas pada instruksi lisan, sulit berbicara dengan jelas, dan sulit mengembangkan kata-kata. * Keterampilan motorik halus buruk. Misal, sukar memegang pensil atau menggunakan gunting. Hasil gambar tampak belum matang untuk seusianya. Itu sebab, mereka cenderung menghindari permainan konstruksi seperti puzzle atau blocks. * Sulit melakukan aktivitas harian dan tugas perawatan diri, misalnya berpakaian. Sulit mengunyah makanan padat. Sering menumpahkan air minum. Makan berantakan dan lebih suka menggunakan jari tangan. *

Motorik tidak terkoordinasi dengan baik. Contoh, tidak mampu mengubah kecepatan dan sering kehilangan keseimbangan saat bergerak, sehingga sering menabrak dan jatuh saat berlari ataupun berjalan. * Aktivitas motorik sangat tinggi: mengayun-ayunkan dan mengentakentakan kaki ketika duduk, bertepuk tangan, atau menari. * Kesulitan mengayuh pedal sepeda roda tiga atau mainan serupa. * Sulit berkegiatan fisik, seperti naik tangga, memanjat, berlari, melompat, dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia yang sama. *

Sulit mempelajari keterampilan baru secara insting dan kurang melakukan permainan yang imajinatif. Usia Sekolah * Sulit mengekspresikan diri dan sulit berpartisipasi dalam kelompok. Sebagian anak dispraksia mengalami articulatory dyspraxia yang menyebabkan sulit berbicara dan mengeja. * Kemampuan membaca dan menulis terbilang buruk. Termasuk masalah menyalin dari papan tulis di sekolah. * Tak dapat menjawab pertanyaan sederhana meski tahu jawabannya. * Tidak dapat menangkap konsep seperti : “di bawah”, “di atas”, “di dalam” atau “di luar”.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *