“Berteman” Dengan Tangga Bag4

Namun, Alfa mengingatkan, bila sudah berusia 5 tahun tetapi belum mampu turun tangga sendiri, “Maka perlu pembiasaan yang lebih rutin dan konsultasi dengan para ahli.” TUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI Menghadapi batita yang sedang senang-senangnya naik-turun tangga memang susah-susah gampang. Susah, jika orangtua sudah terlalu lelah mengikuti kegiatan fisik tersebut, sering kali berujung dengan melarang atau memarahi anak karena dianggap “tidak bisa diam”.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Merespons dengan cara negatif cenderung menghilangkan kesenangan anak untuk mencoba hal-hal baru, dalam hal ini adalah mengeksplorasi tangga. Karenanya, kita perlu mencari cara yang lebih positif dalam merespons keinginan si kecil. Misal, dengan menemaninya secara bergantian. Lantas, bagaimana jika ada batita yang tidak berminat melakukan aktivitas naik-turun tangga? Meski sangat jarang terjadi karena eksplorasi adalah bagian proses perkembangan yang akan dilalui, batita yang kurang tertarik dengan naikturun tangga biasanya terjadi karena ia kurang terpapar aktivitas fisik, misalnya, terlalu sering diajak bermain gadget. Kemungkinan lain, batita pernah mengalami kejadian buruk dengan tangga, terjatuh, umpamanya, sehingga ia enggan mencoba kembali.

Sementara anak yang di rumahnya tidak terdapat tangga, biasanya justru sangat antusias ketika melihat objek baru yang perlu dipelajarinya ini. Alfa menegaskan, “Bila hingga usia 3 tahun anak tidak mau melakukan aktivitas ini, berarti ada hal tidak wajar dan perlu dikonsultasikan lebih lanjut dengan ahlinya: bisa ke dokter anak, misalnya untuk mengetahui apakah ada gangguan fi sik atau ke psikolog anak, untuk mengetahui kemungkinan masalah terkait keberanian, rasa percaya diri, atau hal lainnya.”

Keberhasilan anak mendaki tangga secara psikologis sudah sedikit banyak diceritakan di atas. Namun yang paling utama adalah meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri anak. “Ketika batita berhasil menaiki anak tangga yang semakin tinggi, akan ada perasaan positif pada diri anak bahwa ia mampu melakukannya, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan harga dirinya sebagai individu. Ia semakin tertantang untuk melakukan hal lain,” jelas Alfa. Jadi, jangan heran, setelah menguasai tangga, buah hati Mama Papa akan mencoba eksplorasi yang lain! Siap-siap ya, Ma, Pa!

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *