Begitu Lahir Perlu Asupan Vitamin K Bag2

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) melalui situsnya menjelaskan, sekitar 1:200 sampai 1:400 kelahiran bayi tidak mendapat suntikan vitamin K. Ini bisa dikarenakan beberapa hal, namun paling sering adalah pihak medis lupa memberikan suntik an vitamin K, ditambah orangtua tidak tahu atau lupa mengingatkan. Menurut dokter spesialis anak, Desiana Dharmayani, gejala kekurangan vitamin K tidak selalu terlihat dengan jelas.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Sekitar 1/3 kasus terjadi tanpa gejala maupun faktor risiko yang jelas. Oleh karena itulah, pemberian suntikan vitamin K perlu dilakukan pada setiap bayi baru lahir sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan pada bayi baru lahir. Namun, apabila sudah terjadi perdarahan, ini akan terlihat pada kulit, hidung, mata, dan saluran cerna yang ditandai oleh muntah atau tinja yang kehitaman. Bayi juga terlihat pucat. Perdarahan yang terjadi sering kali spontan.

Dampak paling serius, yakni perdarahan dalam otak, dapat dikenali melalui gejala seperti sakit kepala, bayi muntah tiba-tiba, menangis terus menerus, ubun-ubun besar membonjol, kejang sampai dengan penurunan kesadaran. Perdarahan otak inilah yang dapat berlanjut menjadi kecacatan otak bahkan kematian. Perlu juga diketahui, bayi dengan kondisi tertentu memiliki faktor risiko perdarahan lebih besar, di antaranya bayi kurang bulan, bayi yang lahir dari mama pengguna obat yang menghambat metabolisme vitamin K di antaranya obat anti-kejang dan obat anti-tuberkulosis selama kehamilan.

Bayi yang mendapatkan antibiotik berkepanjangan (karena dapat membunuh bakteri normal usus yang hasilkan vitamin K), dan bayi yang mengalami diare terus-menerus dan gangguan penyerapan usus. Terkait itulah, Desiana meminta Mama Papa untuk waspada bila pada bayi di bawah 6 bulan, tibatiba wajahnya pucat dan tubuhnya lemah. “Kita perlu curiga adanya perdarahan di otak akibat kurangnya vitamin K. Perdarahan tidak mesti karena terjatuh, dapat juga saat bayi disuntik (imunisasi) lalu darah keluar terus tidak bisa berhenti. Kondisi ini kemungkinan karena bayi kekurangan vitamin K.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *