Isi Dengan CEO Muda Cemerlang Bagian 2

Jokowi-JK yang latar belakangnya pengusaha sukses memang lebih banyak melirik CEO-CEO profesional sukses dibanding birokrat, dengan anggapan mengelola negara tidaklah beda jauh dengan mengelola sebuah perusahaan. Bukankah birokrat selalu berpikir bagaimana menghabiskan alokasi dana sebelum akhir tahun agar laporan keuangannya baik, sementara orientasi CEO bagaimana dengan dana minim bisa memberi hasil semaksimal mungkin?

Tantangan global ke depan makin kuat yang membutuhkan ide serta pikiran segar dan reaksi cepat karena dunia sudah mulai masuk ke internal kita, menghancurkan jika kita terlena pada sukses masa lalu. Kita perlu orang muda yang urakan yang siap membuat kebijakan tidak populer tetapi jelas menjadi pembela yang benar.

Bukankah obat yang manjur itu yang rasanya pahit? Kita punya banyak persediaan CEO cemerlang. Misalnya Hasnul Suhaimi, Emirsyah Satar, Karen Agustiawan, Bambang Susantono, Ilham Habibie, Sofyan Basyir, dan sebagainya. Generasi tua sebaiknya mulai menikmati kegiatan ternak teri, nganter anak nganter istri saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *