Waspada Heli Italia

Pemerintah harus mengusut tuntas kasus pembelian helikopter AW101. Ada kemungkinan dibawa ke arbitrase internasional. Keputusan TNI Angkatan Udara tetap membeli helikopter AW101 merupakan pembangkangan terang- terangan terhadap negara. Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak serta-merta bisa membatalkan kontrak pembelian heli dengan AgustaWestland, perusahaan berbasis di Roma, Italia, itu.

Apalagi helikopter seharga US$ 55 juta atau sekitar Rp 715 miliar itu sudah dipasangi logo TNI AU dan siap dikirim ke Indonesia. Disebut pembangkangan karena pembelian itu jelas menyalahi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Dalam pasal 43 ayat 1 undang-undang itu disebutkan, pengguna—termasuk TNI—wajib menggunakan peralatan pertahanan dan keamanan produksi dalam negeri. Angkatan Udara seharusnya tunduk kepada undang-undang tersebut dan memesan helikopter dengan spesifkasi yang sama ke PT Dirgantara Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *