Waspada Heli Italia Bagian 3

Angkatan Udara India pernah memesan 12 heli itu pada 2013 seharga US$ 530 juta atau sekitar US$ 44 juta per unit. Pemesanan ini batal karena AgustaWestland atau pedagang perantaranya terbukti menyuap sejumlah pejabat India, di antaranya Kepala Staf Angkatan Udara India Marsekal Shashindra Pal Tyagi. Jika dengan harga US$ 44 juta itu sudah termasuk uang suap, apatah lagi dengan harga US$ 55 juta.

Harga itu juga jauh di atas Super Puma Mark II yang ditawarkan PT Dirgantara Indonesia sebesar US$ 35 juta atau sekitar Rp 455 miliar. Presiden Joko Widodo tentu patut marah. Seharusnya penyelidikan ini tidaklah sulit. Investigasi bisa dimulai dari surat TNI Angkatan Udara kepada Menteri Pertahanan pada 29 Juli 2016 tentang pengajuan pembelian AW101 untuk heli angkut. Sejak itu, permintaan tersebut bergulir amat cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *