Menakar Minum Agar Tak Overhidrasi

sat-jakarta.com – Overhidrasi terjadi saat seseorang minum berlebihan dalam waktu singkat sehingga mengalami kelebihan cairan yang berakibat konsentrasi natrium dalam plasma darah menjadi sangat rendah. Keadaan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, namun penyebab utama adalah minum berlebihan dalam jangka waktu beberapa jam, misalnya dalam waktu 10-15 menit sebanyak 1 liter air atau minuman lainnya. Juga dapat diakibatkan oleh adanya gangguan pengeluaran cairan tubuh.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Gejala overhidrasi antara lain ketika seseorang merasa mual, perut terasa penuh/begah lalu merasa sakit kepala, pusing, kaki dan tangan mengalami pembengkakan, terjadi gangguan kesadaran, tidak sadar lingkungan sekitarnya, dan akhirnya tidak sadarkan diri, koma dan bila tidak tertangani dengan cepat dan tepat akan meninggal dunia. Hal ini terungkap dalam seminar media “Pengenalan Overhidrasi” yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Salemba- Jakarta Pusat.

Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), suatu kelompok kerja ilmiah yang fokus terhadap permasalahan hidrasi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat di Indonesia dalam presentasinya mengemukakan, “Cairan merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang, sejak lahir hingga lansia maupun pada kondisi-kondisi khusus. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang kebutuhan air minum bagi setiap orang sangat diperlukan.

Penyebaran informasi lewat media dan kehadiran IHWG diharapkan dapat menjadi sumber informasi pengetahuan mengenai hidrasi dan kesehatan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidrasi dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan pengetahuan tentang kebutuhan cairan.” Dr. dr. Ermita I. Ilyas, MS, AIFO anggota team IHWG dan pakar fisiologi olahraga Departemen Fisiologi FKUI mengatakan, “Untuk memastikan apakah seseorang mengalami overhidrasi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan kadar natrium plasma darah.

Hal ini berbeda dengan orang yang diduga mengalami dehidrasi, dimana pemeriksaan dilakukan melalui warna urine. Pada penderita dehidrasi bila masih dapat buang air kecil, akan terlihat urine yang pekat dan berwarna kuning tua.” Menurutnya, perempuan lebih rentan mengalami overhidarsi dibandingkan dengan laki-laki, sebab perempuan mempunyai ukuran tubuh lebih kecil, sehingga pengeluaran panas dan cairan tubuh melalui penguapan dan melalui keringat lebih sedikit, akibatnya lebih banyak cairan tertahan di dalam tubuh.

Selain itu, adanya faktor perubahan hormonal seperti saat mens, tubuh perempuan mempunyai kecenderungan menahan air (retensi air).” Untuk mengatasi overhidrasi ringan, sebaiknya batasi asupan minum dan dapat mengonsumsi makanan ringan yang asin. Sedangkan untuk mengatasi overhidrasi sedang dan berat agar lebih aman, segera hentikan asupan cairan, dan segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Pencegahan overhidrasi dapat dilakukan dengan mengatur asupan cairan secukupnya, sesuai acuan yang ada bergantung pada cuaca, suhu dan kelembapan, ukuran tubuh. Upayakan minum secara bertahap, tidak minum berlebihan atau sekaligus dalam waktu singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *