Pertanyaan Perjanjian Kerjasama Kuliner dan 7 Solusinya

pilihan catering sehat

Rencananya saya ingin bekerjasama dengan salah satu saudara sepupu untuk buka usaha bakery dan cakes. Kami sudah merencanakan banyak hal, mulai dari lokasi, jenis-jenis kue roti yang dijual, desain toko, kemasan, dan beberapa hal lainnya.

Namun ada sedikit kekhawatiran di hati untuk melakukan kerjasama usaha ini mengingat banyak sekali orang berselisih karena berpartner.

Apakah perlu membuat sebuah perjanjian sebelum memulai kerjasama usaha walaupun masih skala UKM? Bagaimana cara membuat perjanjian kerjasama usaha yang sederhana, namun cukup kuat secara hukum ? Salina, Bandung

Baca Juga: Pilihan Menu Catering Sehat

Dear Salina, Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pengingkaran komitmen, keributan, atau sengketa, sebaiknya sebelum melakukan kerjasama Anda harus membuat surat perjanjian kerjasama.

Walaupun usaha masih skala UKM, perjanjian usaha tetaplah penting untuk dibuat. Surat perjanjian kerjasama dibuat di atas materai dan akan lebih bagus bila dibuat di depan notaris agar dasar hukumnya lebih kuat. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk membuat surat perjanjian kerjasama usaha antara lain adalah :

  1. Keterangan jenis surat

Yang dimaksud dengan keterangan jenis adalah surat tersebut harus jelas dituliskan keterangannya pada kepala surat seperti “SURAT PERJANJIAN KERJASAMA”, akan berbeda dengan

Surat perjanjian utang-piutang atau Surat perjanjian saja. 2. Keterangan tanggal, bulan, alamat tempat surat perjanjian disetujui Selanjutnya dituliskan tanggal, bulan, tahun dan tempat dimana surat tersebut ditandatangani atau disetujui oleh semua pihak. Misalnya, “Pada hari Senin tanggal 5 bulan April tahun Dua ribu empat belas bertempat di jalan Tebet Raya no 336 D, Jakarta – Selatan.”

  1. Keterangan pihak-pihak yang membuat perjanjian

Pada kerjasama dua orang maka pihak yang tertulis adalah pihak pertama dan pihak kedua.

Baik pihak pertama dan pihak kedua mencantumkan nama jelas, alamat dan no identitas (KTP) dan masing masing akan disebutkan sebagai pihak pertama dan pihak kedua. Bila masing-masing pihak ingin menambahkan keterangan lain seperti jabatan atau lainnya boleh-boleh saja dituliskan apa keterangan masing-masing pihak.

  1. Pasal-pasal yang memuat tentang keseluruhan kerjasama

Selanjutnya mulai pasal-pasal perjanjian yang memuat berbagai hal yang ingin disepakati dan pasal-pasal tersebut berurutan mulai pasal 1 sampai selesai.

Keterangan yang dimuat dalam pasal disesuaikan dengan kesepakatan penjajakan kerjasama sebelumnya. Biasanya pasal-pasal tersebut memuat tentang keterangan kerjasamanya, hak dan kewajiban masing-masing pihak, aturan kerjasama, penyetoran modal, pembagian hasil dan jangka waktunya, sangksi pelanggaran dan penyelesaian bila terjadi wan prestasi atau perselisihan.

  1. Tandatangan pihak-pihak yang bekerjasama

Setelah kedua belah pihak membaca dan setuju dengan draft surat perjanjian yang sudah dibuat, selanjutnya masing-masing pihak menandatangani surat perjanjian yang sudah dibuat rangkap dua di atas materai.

Satu surat ditandatangani pihak pertama di atas materai dan pihak kedua tanpa materai. Yang kedua adalah surat perjanjian ditandatangani pihak kedua di atas materai dan pihak pertama tanpa materai.

  1. Tandatangan saksi-saksi

Seterusnya dilanjutkan dengan penandatanganan pihak saksi yang menyaksikan perjanjian kerjasama usaha tersebut. Akan lebih baik bila saksi ada dua orang yang pertama merupakan saksi dari pihak pertama dan yang kedua merupakan saksi dari pihak kedua.

  1. Legalitas notaris

Akan lebih baik bila perjanjian usaha dibuat dihadapan notaris sehingga dapat disahkan dengan dasar hukum yang lebih jelas.Selain itu Anda juga dapat minta notaris membuatkan draft perjanjian yang kuat secara hukum. Semoga bermanfaat, Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *