Smartfren andromax G2 vs LG L40 Selisih Harga jadi Pembeda bagian 2

Kinerja (Bobot 30%)

Teknorus.com – Tak hanya berbeda di sistem operasi, pada jeroan pun berbeda (lihat spesifkasi). Otomatis, hasil benchmark yang dimunculkan pun berbeda pula. Sayangnya, tak semua benchmark berhasilĀ  torehkan di tabel. Benchmark dengan aplikasi Quadrant tidak berhasil dieksekusi sehingga tidak bisa dijadikan indikator. Berikut hasil pengujian dengan software Untuk kinerja baterai, keduanya mampu bertahan seharian dengan aktivitas komunikasi yang normal.

Baca juga : WA WEB

Seperti telepon, chatting, social media, dan multimedia. Pada dual SIM, Andromax G2 sama dengan ponsel besutan Smartfren lainnya. Ya, untuk urusan layanan data, ponsel ini tidak membolehkan kanal GSM yang berperan aktif sebagai penyedia jaringan. Khusus kartu Smartfrenlah yang diperkenankan untuk mengaksesnya. Normal, karena label Smartfren yang sudah melekat di kepala pelanggan.

Lain halnya di L40 Dual, Anda bisa dengan bebas untuk mengakses layanan data, telepon, SMS di kedua slot. Tinggal instruksikan saja, slot mana yang akan dipakai untuk layanan tadi. Di pengujian lainnya  sengaja melakukan beberapa aktivitas sekaligus untuk menguji multitasking kedua perangkat. Hasilnya, tak terlampau mengecewakan. Pada saat menggunakan aktivitas video streaming dan multimedia jarang ditemukan lag yang mengganggu.

Kamera (Bobot 20%)

Menguji kamera ponsel di kelas bawah, bukanlah perkara mudah. Sebab resolusi kamera yang dihasilkan kadang tak sesuai harapan. L40 mengadopsi resolusi 3,2 MP melawan Andromax G2 dengan ketajaman 5 MP. Catatan di atas kertas seharusnya Andromax G2 lebih unggul. Namun, harus dibuktikan dulu di meja redaksi. Pengujian pertama, memotret objek di dalam ruang.

Andromax G2 lebih luas jangkauan area frame yang akan di foto. Sementara L40 lebih sempit. Di layar ponsel, warna objek lebih natural dihasilkan L40. Lagi-lagi Andromax G2 terlihat kebiruan, sehingga tidak real. Jangan-jangan karakter layarnya yang demikian, sehingga berpengaruh di hasil foto. Tenang, nanti  buka di computer biar fair. Pengujian kedua, memotret makro. Ya, melakukan uji dengan memotret papan keyboard laptop. Huruf yang difoto tidak sepenuhnya bisa terekam tajam.

Wajar, karena kedua ponsel mengadopsi fxed focus bukan autofocus. Dan bisa dipastikan hasil keduanya blur dan berpasir. Sekadar saran, jangan memaksakan memotret makro bila memang tidak terlalu penting. Seandainya perlu, tentukan jarak ideal untuk memotret. Pengujian terakhir, di luar ruang. Warna lebih natural dan tajam. Kedua ponsel terbantu dengan guyuran cahaya yang memadai, sehingga hasilnya jauh terdongkrak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *