Rombak Rumah Klaster Demi Kumpul Keluarga dan Dilengkapi dengan Genset

Rombak Rumah Klaster Demi Kumpul Keluarga dan Dilengkapi dengan Genset. Harga genset yang murah bisa didapatkan melalui Distributor Jual Genset Jakarta yang memberikan potongan harga dan garansi resmi.

Beda keluarga, beda pula kebiasaannya. Memang, tak semua keluarga besar senang nongkrong beramai-ramai secara rutin. Namun, tak semua keluarga pula yang tahan terpisah lama dari sanak saudaranya. Salah satu contohnya, keluarga besar dari pasangan Yudianta dan Nila ini. Paling tidak, setiap sebulan sekali, mereka memiliki acara pertemuan keluarga.

“Biasanya sih kumpul-kumpul buat arisan bulanan. Seluruh keluarga suami saya pasti berkunjung ke sini. Jadinya penuh deh!” ungkap Nila, sang istri. Demi memenuhi tujuan inilah, rumah klaster yang terletak di The Green, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan tersebut mulai dirombak. Semula, Yudi dan Nila memang belum tinggal di kompleks klaster yang berdekatan dengan jalan tol itu.

“Sebelumnya, kami tinggal di Kencana Loka, BSD. Tapi, akhirnya, kami memutuskan untuk mengubahnya jadi kontrakan,” ujar wanita berwajah ayu ini. Setelah mondar-mandir mencari, akhirnya pada tahun 2011, pasangan ini mendapatkan “calon rumah” idamannya—lebih luas dan bertingkat. Lokasinya pun dekat dengan sekolah anak pertama, Kinta.

Selain itu, akses menuju jalan tol cenderung lancar dan mudah, terutama jika dibandingkan lokasi rumah sebelumnya. Sayangnya, menurut Nila, semula interior hunian ini tampak biasa saja, kurang bisa memenuhi fungsi dan keinginan hati seisi keluarga. Pemikiran ini pula yang mengawali keinginan Yudi dan Nila untuk merenovasi rumahnya.

Semua Serba Sendiri

Nila mengakui, selama 9 bulan berjalannya proses renovasi, ia dan suami menanganinya tanpa sedikitpun sentuhan jasa arsitek ataupun kontraktor. “Setidaknya, saya kan pernah bekerja di bidang konstruksi, jadi ya ngerti dikit-dikit,” ungkap Nila sembari tersenyum malu-malu. Sejak renovasi dimulai—kirakira di pertengahan tahun 2012— Yudi dan Nila memilih semuanya sendiri, mulai dari material, desain, warna, hingga furnitur.

Bahkan, pasangan ini pun memutuskan untuk membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) sendiri. Menurut Nila, dengan mengerjakan semuanya sendiri, pasangan ini mendapatkan tantangan sekaligus kepuasan pribadi. “Jadinya, rumah ini bisa sesuai keinginan dan kebutuhan kami, kan?” ucap Nila semringah.

Memang, Nila pun banyak menggunakan desain sesuai karakter pribadi dan material yang tepat fungsi. Misalnya, belajar dari pengalaman, Yudi dan Nila tak memilih material lantai kayu parket. “Di rumah kami yang lama, di daerah BSD juga, lantai kami keropos karena digigiti rayap. Sebal juga. Makanya, kami memilih memakai bahan sintetis, seperti vinyl dan wallpaper,” jelas Nila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *